Kereta Amtrak Anjlok di Philadelphia AS Tewaskan 5 Orang, Puluhan Luka

Kereta Amtrak Anjlok di Philadelphia AS Tewaskan 5 Orang, Puluhan Luka

- detikNews
Rabu, 13 Mei 2015 11:59 WIB
Kereta Amtrak Anjlok di Philadelphia AS Tewaskan 5 Orang, Puluhan Luka
Reuters
Philadelphia -

Kereta cepat milik Amtrak, perusahaan kereta api nasional Amerika Serikat anjlok dan terguling di wilayah Philadelphia. Sedikitnya 5 orang tewas dan lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka akibat insiden ini.

Ada lebih dari 200 penumpang di dalam kereta Amtrak yang anjlok pada Selasa (12/5) malam waktu setempat ini. Beberapa korban luka dilaporkan dalam kondisi kritis. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (13/5/2015).

Otoritas setempat mengaku belum mengetahui penyebab anjloknya kereta Amtrak ini. Dilaporkan beberapa gerbong hancur dan terguling akibat insiden yang terjadi di kota Port Richmond, dekat Sungai Delaware.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam konferensi pers, Walikota Philadelphia Michael Nutter memastikan adanya 5 korban tewas dalam insiden ini. Pejabat dinas pemadam kebakaran setempat menyebutkan, lebih dari 50 orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit setempat. Enam orang korban luka di antaranya dalam kondisi kritis.

"Benar-benar bencana yang memicu kekacauan. Saya belum pernah melihat yang seperti ini dalam hidup saya," tutur Walikota Nutter.

Secara terpisah, pihak Amtrak menuturkan, terdapat 238 penumpang dan lima awak kereta di dalam kereta nomor 188 yang anjlok. Kereta itu memiliki rute Washington DC menuju ke New York.

Pihak pengelola rel kereta api setempat belum memberikan banyak informasi terkait insiden ini. Mereka hanya menyatakan, layanan kereta Amtrak di sepanjang jalur Northeast antara New York dengan Philadelphia terpaksa dihentikan sementara akibat insiden ini.

Tayangan televisi MSNBC menunjukkan puluhan petugas urusan darurat menyebar di sekitar gerbong kereta yang anjlok dan terguling, sembari membawa senter. Terlihat jelas bagaimana gerbong kereta yang anjlok membentuk pola zig-zag.

Mengutip Biro Investigasi Federal (FBI), CNN melaporkan tidak ada indikasi aksi terorisme dalam insiden ini. Cuaca di sekitar lokasi kejadian juga terpantau baik. Penyebab insiden ini masih diselidiki secara menyeluruh oleh otoritas setempat.

"Kami belum tahu apa yang terjadi di sini. Kami tidak tahu mengapa ini bisa terjadi," tegas Walikota Nutter kepada wartawan.

(nvc/ita)


Berita Terkait