Wartawan Amerika Serikat peraih Pulitzer, Seymour Hersh menyebut pemerintah Amerika Serikat berbohong tentang beberapa hal seputar operasi yang menewaskan Osama bin Laden di Pakistan.
Osama ternyata telah menjadi tahanan intelijen Pakistan sejak tahun 2006. Diungkapkan Hersh yang mengutip pensiunan pejabat senior intelijen Pakistan, sejak tahun 2006 Osama berada di bawah kendali Pakistan dan disembunyikan di kota Abbottabad dengan bantuan keuangan Arab Saudi.
Hal ini diungkapkan Hersh dalam esai panjang untuk London Review of Books berjudul "The Killing of Osama bin Laden".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi mereka (Saudi) pun memberikan uang -- jumlahnya banyak," tandasnya seperti dilansir News.com.au, Selasa (12/5/2015).
Disebutkan Hersh dalam artikelnya, di lain pihak, Pakistan juga khawatir bahwa Saudi akan membocorkan kepada AS tentang Osama yang berada di bawah kendali intelijen Pakistan. Pemerintah Pakistan khawatir AS akan marah jika mengetahui hal ini dari Saudi, bukan dari Pakistan langsung.
Dalam artikelnya, Hersh juga mengatakan, pejabat-pejabat tinggi militer Pakistan tahu soal operasi Pasukan Khusus AS di kota Abbottabad, Pakistan pada Mei 2011, yang menewaskan Osama.
Padahal selama ini Pakistan bersikeras bahwa AS bertindak seorang diri tanpa sepengetahuan Pakistan dalam operasi tersebut. Pakistan juga mengklaim bahwa pihaknya tidak tahu-menahu keberadaan Osama. Pemerintah AS pun secara resmi menyampaikan hal yang sama dengan klaim Pakistan tersebut.
"Kebohongan paling menyolok adalah bahwa dua pemimpin paling senior militer Pakistan -- Jenderal Ashfaq Parvez Kayani, (mantan) kepala staf militer, dan Jenderal Ahmed Shuja Pasha, (mantan) dirjen ISI (badan intelijen militer Pakistan) -- tak pernah diberi tahu soal misi AS," tulis Hersh.
"Bin Laden telah menjadi tahanan ISI di Abbottabad sejak 2006 ... Kayani dan Pasha tahu lebih dulu soal operasi penyerangan itu dan telah memastikan agar dua helikopter yang mengangkut pasukan Seal ke Abbottabad bisa melintasi wilayah udara Pakistan tanpa menimbulkan kecurigaan," tulis Hersh dalam artikelnya.
(ita/ita)











































