Terjebak Longsor di Nepal, 117 Orang Termasuk 2 Warga AS Diselamatkan

Terjebak Longsor di Nepal, 117 Orang Termasuk 2 Warga AS Diselamatkan

- detikNews
Selasa, 12 Mei 2015 13:59 WIB
Terjebak Longsor di Nepal, 117 Orang Termasuk 2 Warga AS Diselamatkan
Kerusakan di Nepal akibat gempa (Reuters)
Kathmandu -

Militer Nepal berhasil menyelamatkan 117 orang dari tiga desa terpencil di sebelah utara Kathmandu. Di antaranya terdapat dua warga negara Amerika Serikat yang tengah mencari kerabatnya yang masih hilang.

Pejabat mliter setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (12/5/2015), menyebutkan 115 warga Nepal dan dua warga AS dievakuasi dari desa Syanjen, Kenjing, dan Langtang. Di lokasi tersebut, ratusan orang tewas akibat salju longsor yang dipicu gempa bumi berkekuatan 7,9 SR pada 25 April lalu.

Mereka yang berhasil diselamatkan terjebak di tiga desa pendakian yang ada di distrik Rasuwa, yang berjarak 60 kilometer dari Kathmandu, sejak salju longsor melanda area tersebut. Serangkaian longsor dan cuaca buruk sedikit menghambat upaya militer Nepal untuk mencapai mereka yang terjebak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh wilayah Langtang Valley dipenuhi salju dan bebatuan akibat longsor," tutur pejabat pemerintah distrik Rasuwa, Uddhav Bhattarai kepada Reuters.

Pada Minggu (10/5), otoritas setempat menghentikan upaya pencarian 200 jasad yang diyakini terkubur bebatuan dan salju longsor di desa Langtang. Hingga Senin (11/5), sedikitnya 128 jasad sudah berhasil ditemukan di lokasi tersebut.

"Tim penyelamat tidak mampu menjangkau lokasi untuk mencari jasad korban sejak akhir pekan karena longsor terus terjadi dan membuat situasi semakin berbahaya," tutur Bhattarai.

Secara terpisah, sumber militer Nepal menyebut, dua warga AS yang selamat sedang bersama seorang pemandu asal Nepal ketika ditemukan. Mereka dibawa ke Dhunche bersama warga Nepal lainnya yang berhasil diselamatkan.

Sejauh ini, korban tewas akibat gempa bumi Nepal mencapai angka 8.046 orang dan lebih dari 17.800 orang lainnya menjadi korban luka-luka.

(nvc/ita)


Berita Terkait