Sempat Hilang, Jet Tempur Maroko Jatuh di Yaman Akibat Ditembak Houthi

Sempat Hilang, Jet Tempur Maroko Jatuh di Yaman Akibat Ditembak Houthi

- detikNews
Selasa, 12 Mei 2015 10:00 WIB
Sempat Hilang, Jet Tempur Maroko Jatuh di Yaman Akibat Ditembak Houthi
Milisi Yaman yang bertempur melawan Houthi (Reuters)
Sanaa -

Pesawat tempur F-16 milik Maroko yang hilang di Yaman telah ditemukan. Jet tempur ini ditemukan jatuh saat menjalankan misi bersama pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam melawan pemberontak Syiah Houthi di Yaman.

"Sekarang telah ada konfirmasi bahwa pesawat tersebut jatuh dan lokasinya telah ditemukan," tutur juru bicara koalisi Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri kepada televisi Saudi, Arabiya TV dan dilansir Reuters, Selasa (12/5/2015).

"Nasib pilot pesawat belum diketahui, tapi dari platform Al Arabiya, kami menduga milisi Houthi dan sekutu mereka bertanggung jawab atas keselamatan sang pilot," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saluran televisi berita resmi Hotuhi, al-Masirah melaporkan bahwa jet tempur F-16 telah ditembak jatuh oleh senjata antipesawat pada Senin (11/5) di wilayah terpencil Wadi Nashour, Provinsi Saada yang merupakan markas kuat Houthi di dekat perbatasan Saudi.

Saluran televisi itu menunjukkan anggota kelompok etnis setempat berada di atas bukit sambil membawa senjata dan mengepalkan tangan ke atas sembari berteriak 'Matilah Amerika!'

Sedangkan seorang pria lainnya tampak memegang puing pesawat sambil berkata: "Tuhan menjatuhkan pesawat ini. Meskipun senjata kami biasa dan sederhana, kami akan menembak jatuh semua pesawat mereka, jika Tuhan mengizinkan."

Sebuah akun Twitter dari Yaman mempublikasikan foto jasad yang disebut sebagai jasad pilot tempur F-16 milik Maroko. Namun belum ada keterangan resmi yang mengomentari foto tersebut.

Maroko merupakan salah satu dari delapan negara Arab yang bergabung dengan koalisi Saudi melawan Houthi. Sejak 26 Maret, koalisi ini telah melancarkan serangan-serangan udara terhadap Houthi dan unit-unit militer pendukung mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh. Koalisi ini juga mendapat bantuan logistik dari Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads