Sedikitnya 9 polisi di Georgia, Amerika Serikat dipecat dari pekerjaannya terkait kematian seorang tahanan. Tahanan berusia 21 tahun tewas saat berada di dalam sel isolasi di kantor kepolisian setempat.
Disampaikan juru bicara kantor Sheriff Chatham County, Gena Bilbo, seperti dilansir CNN, Senin (11/5/2015), tahanan bernama Matthew Ajibade yang masih berstatus mahasiswa, tewas di dalam sel isolasi pada saat perayaan Tahun Baru, awal Januari lalu.
Ajibade yang berasal dari Nigeria ditangkap pada 1 Januari lalu, setelah polisi menerima laporan adanya aksi kekerasan di dalam salah satu rumah. Polisi yang tiba di lokasi kejadian melihat Ajibade sedang memegang seorang wanita yang ditutupi selimut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor Sheriff Chatham County menyebutkan, Ajibade menjadi semakin agresif ketika menjalani proses pemeriksaan di kantor polisi. Tidak dijelaskan lebih lanjut kejadiannya, namun Ajibade kemudian dinyatakan tewas saat dalam penahanan kepolisian.
Setelah kematian Ajibade, Biro Investigasi Kepolisian Georgia dan Divisi Urusan Internal Kantor Sheriff setempat melakukan peninjauan ulang secara terpisah. Hasilnya memutuskan 9 polisi yang diduga terlibat atau berkontribusi dalam kematian Ajibade, dijatuhi sanksi pemecatan.
Hingga kini, kantor jaksa wilayah masih melakukan peninjauan ulang atas kasus Ajibade ini, untuk selanjutnya diputuskan apakah dakwaan pidana akan dijeratkan kepada para polisi yang terlibat itu.
Kantor Sheriff setempat juga mengumumkan sejumlah perubahan dalam kebijakannya, seperti prosedur baru yang membutuhkan keberadaan personel medis jika seseorang dengan pengobatan sedang diperiksa. Kemudian prosedur keamanan baru untuk mengaudit penggunaan senjata seperti taser (senjata kejut listrik) dan kebijakan tertulis yang menjelaskan kapan taser tidak boleh digunakan.
Pengacara yang disewa oleh keluarga Ajibade, Mark O'Mara menuturkan bahwa Ajibade memiliki gangguan kepribadian ganda.
(nvc/ita)











































