Korsel Prihatin atas Uji Coba Rudal Kapal Selam Korut

Korsel Prihatin atas Uji Coba Rudal Kapal Selam Korut

- detikNews
Senin, 11 Mei 2015 13:51 WIB
Korsel Prihatin atas Uji Coba Rudal Kapal Selam Korut
Ilustrasi
Seoul -

Otoritas Korea Selatan (Korsel) prihatin dengan uji coba rudal balistik dari kapal selam yang dilakukan negara tetangganya, Korea Utara (Korut). Korsel mendesak Korut untuk menghentikan pengembangan rudal tersebut.

Kantor berita Korut, KCNA melaporkan, pemimpin Korut Kim Jong Un mengawasi uji coba rudal dari suatu lokasi di pinggir pantai pada Sabtu (9/5) tersebut. Pengembangan ini dapat memberi ancaman baru kepada Korsel, sebagai negara tetangganya dan juga kepada Amerika Serikat yang memiliki misi militer di perairan dekat Korsel.

"Kami mendesak Korut untuk segera menghentikan pengembangan SLBM (submarine-launched ballistic missiles), yang akan menghambat stabilitas Semenanjung Korea dan kawasan Asia Timur," tutur juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok kepada wartawan, seperti dilansir Reuters, Senin (11/5/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Kim menuturkan, Korut masih membutuhkan banyak waktu untuk mengembangkan perlengkapan tambahan demi menyelesaikan sistem rudal yang diluncurkan dari kapal selam.

Secara terpisah, seorang pejabat pertahanan Korsel memperkirakan, Korut baru bisa mengoperasikan penuh sistem rudal balistik dari kapal selam sekitar 2-3 tahun lagi. Pejabat yang enggan disebut namanya ini, menyebut foto-foto yang menunjukkan peluncuran roket oleh Korea terlihat autentik.

Media nasional Korut memang sering memamerkan dan melebih-lebihkan pencapaian militer dan luar angkasa negara tersebut. Termasuk peluncuran satelit komunikasi yang diragukan oleh banyak pihak.

Sejauh ini, Korut diyakini telah meluncurkan roket jarak jauh dan menempatkan objek luar angkasa pada orbitnya, pada Desember 2012 lalu, di tengah banyaknya keraguan dan kecaman dunia internasional.

Dalam pernyataannya, KCNA menyebut rudal balistik ini dikembangkan atas prakarsa pribadi pemimpin Korut Kim Jong Un. Tak disebutkan secara rinci ukuran atau kemampuan misil, atau kapan dan di mana tepatnya uji coba dilakukan. Namun di sisi lain, jika uji coba ini memang benar dilakukan Korut, maka telah terjadi pelanggaran terhadap resolusi PBB yang melarang Korut melakukan uji coba rudal balistik jenis apapun.

(nvc/ita)


Berita Terkait