Arab Saudi melancarkan serangan artileri terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman. Ini dilakukan setelah roket-roket Houthi kembali ditembakkan ke wilayah Saudi dan menyebabkan empat wanita terluka.
Juru bicara koalisi Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri mengatakan seperti dilansir Reuters, Senin (11/5/2015), militer Saudi dan koalisi akan terus melakukan serangan balasan terhadap target-target di perbatasan, jika Houthi terus menembakkan roket-roket mereka ke kota-kota Saudi.
Saudi telah mengumumkan akan melakukan gencatan senjata pada Selasa (12/5), setelah lebih dari enam pekan terus membombardir pemberontak Houthi di Yaman. Namun ditegaskan Saudi, para pemberontak Houthi juga harus mematuhi gencatan senjata itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Milisi seperti itu hendaknya harus dinilai atas tindakan-tindakan mereka, bukan atas apa yang mereka sampaikan di media," cetus Assiri. Kita lihat saja sampai Selasa (12/5) pukul 23.00," tandasnya.
Sebelumnya pada Minggu, 10 Mei waktu setempat, empat roket Katyusha mengenai sebuah rumah di wilayah Najran, di perbatasan Saudi. Akibatnya, empat wanita Saudi terluka. Pasukan Saudi pun membalas serangan ini dengan melancarkan serangan artileri.
Pekan lalu, serangan roket dan mortir Houthi mendarat di kkota perbatasan Saudi hingga menewaskan lima orang. Ini merupakan serangan Houthi pertama ke kawasan penduduk di wilayah Saudi sejak koalisi Saudi mulai melancarkan serangan udara terhadap Houthi pada 26 Maret lalu.
(ita/ita)










































