"Salah satu F-16 Angkatan Bersenjata Kerajaan atau Royal Armed Force (FAR) yang ikut dalam koalisi yang dipimpin Arab Saudi untuk memulihkan legitimasi di Yaman, hilang pada Minggu pukul 18.00 waktu setempat," demikian statemen FAR yang disampaikan kantor berita Maroko, MAP dan dilansir Reuters, Senin (11/5/2015).
Disebutkan bahwa pilot jet tempur kedua yang berada dalam skuadron yang sama, tidak melihat jika pilot pesawat yang hilang tersebut telah meloncat keluar dari pesawatnya. Upaya pencarian masih terus dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Maroko mengumumkan dukungannya pada Saudi sejak awal serangan udara tersebut. Maroko pun telah menempatkan pesawat-pesawat tempur F-16 miliknya di Uni Emirat Arab untuk ikut serta dalam koalisi Saudi anti-Houthi.
Maroko, serta Mesir, merupakan salah satu sekutu terdekat negara-negara Dewan Kerjasama Teluk, GCC di Afrika Utara.
(ita/ita)










































