Bocah 11 Tahun di Uruguay Hamil Setelah Diperkosa, Mirip Kasus di Paraguay

Bocah 11 Tahun di Uruguay Hamil Setelah Diperkosa, Mirip Kasus di Paraguay

- detikNews
Sabtu, 09 Mei 2015 15:41 WIB
Bocah 11 Tahun di Uruguay Hamil Setelah Diperkosa, Mirip Kasus di Paraguay
Ilustrasi
Montevideo, - Menyedihkan! Seorang anak perempuan berumur 11 tahun di Uruguay diperkosa dan kini hamil akibat pemerkosaan itu. Bocah yang dirahasiakan namanya tersebut ingin melahirkan bayinya. Namun sama halnya seperti kasus serupa di Paraguay, kasus anak ini juga memicu perdebatan mengenai aborsi di Uruguay.

Selain karena usianya yang masih terlalu dini untuk hamil, bocah tersebut juga mengalami keterbelakangan mental tingkat ringan dan ketidakmampuan belajar. Saat ini, usia kandungannya sudah 16 minggu.

Menurut sumber yang dekat dengan keluarga korban seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/5/2015), anak tersebut diperkosa oleh kakek dari saudara tirinya, yang kerap berkunjung ke rumah keluarga si anak di Montevideo. Pria berumur 41 tahun itu telah ditangkap polisi dan akan diadili atas dakwaan pemerkosaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tahun 2013, Uruguay melegalisasi aborsi hingga usia kehamilan 12 pekan dan 14 pekan dalam kasus pemerkosaan. Namun hasil pemeriksaan medis menyimpulkan, anak 11 tahun tersebut tidak mampu memahami konsekuensi kehamilan dan tugas-tugas seorang ibu.

"Meskipun tenggat waktu legal untuk aborsi telah terlewati, jika kita memastikan bahwa kehamilan itu membahayakan kesehatannya, izin pengadilan bisa diberikan," tutur Marisa Lindner, direktur Uruguay’s Child and Adolescent Institute (INAU).

Namun Monica Silva, direktur divisi kesehatan INAU tidak sependapat. "Tak ada risiko atas nyawa anak perempuan ataupun si bayi, jadi kita tak bisa menyuruhnya melakukan aborsi," cetus Silva pada surat kabar lokal, La Diaria.

Pihak rumah sakit menyatakan, anak perempuan tersebut dalam kondisi sehat dan terus berada dalam pengawasan medis.

Kasus serupa terjadi di Paraguay. Seorang bocah berumur 10 tahun hamil setelah diperkosa ayahnya. Anak perempuan itu kini hamil 5 bulan. Sejumlah organisasi kemanusiaan bersikeras agar kandungannya digugurkan mengingat nyawa si anak bisa terancam. Namun pemerintah Paraguay melarang keras aborsi tersebut dilakukan sesuai konstitusi negeri itu, yang melarang aborsi kecuali nyawa si ibu dalam bahaya.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads