Kehamilan Bocah 10 Tahun di Paraguay Picu Perdebatan Soal Aborsi

Kehamilan Bocah 10 Tahun di Paraguay Picu Perdebatan Soal Aborsi

- detikNews
Sabtu, 09 Mei 2015 14:12 WIB
Kehamilan Bocah 10 Tahun di Paraguay Picu Perdebatan Soal Aborsi
Ilustrasi
Asuncion, - Kisah seorang anak perempuan berumur 10 tahun yang berbadan dua setelah diperkosa ayah tirinya, tengah menjadi perdebatan di Paraguay. Kasus bocah yang hamil lima bulan itu, memicu perdebatan mengenai aborsi.

Parlemen Paraguay telah membahas kasusnya pekan ini. Partai-partai oposisi sayap kiri menyerukan dihapuskannya kriminalisasi aborsi. Di negeri Katolik tersebut, aborsi dilarang kecuali nyawa sang ibu dalam bahaya.

Sejumlah organisasi HAM bersikeras bahwa nyawa bocah tersebut dalam bahaya, karena postur tubuhnya yang pendek dan berat badannya yang hanya 34 kg. Namun pemerintah, pengadilan, gereja Katolik dan kelompok sipil lainnya melarang bocah tersebut melakukan aborsi. Salah satu alasannya, karena usia kandungannya sudah lima bulan.

"Kehamilan ini tidak akan digugurkan," tegas Menteri Kesehatan Antonio Barrios, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (9/5/2015). "Kami sudah menolak sepenuhnya aborsi," tandasnya.

Si anak yang namanya dirahasiakan, saat ini dalam perawatan medis di unit khusus kehamilan anak remaja di rumah sakit Red Cross Hospital di Asuncion. Para dokter mengatakan, kondisinya baik dan kehamilannya berjalan normal.

"Dia tidak mengalami sakit ataupun komplikasi," tutur Dolores Castellanos, dokter yang mengepalai unit khusus tersebut dan yang ditugaskan Kementerian Kesehatan untuk mengawasi kesehatan bocah tersebut.

Menurut Castellanos, anak tersebut sebenarnya telah bertambah berat badannya selama kehamilannya. Namun diakuinya, tekanan darahnya yang tinggi dan bobotnya yang ringan menimbulkan risiko, sama seperti siapapun yang hamil di usia terlalu dini.

Kondisi si anak baru terungkap pada 21 April lalu ketika ibunya membawanya ke klinik umum karena mengira putrinya itu menderita penyakit tumor. Kepada polisi, si anak pun mengaku telah diperkosa ayah tirinya, Gilberto Benitez Zarate. Pria berumur 42 tahun tersebut saat ini masih diburu polisi.

Sementara ibu si anak yang bekerja di kantin sekolah, ditangkap setelah kepolisian menyimpulkan, bahwa dia telah menyebabkan penderitaan anaknya itu.

"Anak ini selalu berada di tangan pria itu karena wanita tersebut harus pergi bekerja," ujar jaksa Monalisa Munoz.

(ita/ita)


Berita Terkait