Setelah menerima informasi dari penelepon yang menghubungi layanan telepon keamanan nasional, kepolisian dan dinas-dinas keamanan menyelidiki remaja tersebut. Sampai akhirnya aparat pun menggerebek rumah ABG tersebut di Greenvale, sekitar 20 km sebelah utara Melbourne pada Jumat, 8 Mei waktu setempat, setelah diyakini bahwa serangan akan dilakukan segera.
Dalam penggerebekan itu, tim penjinak bom memindahkan tiga bom rakitan ke taman terdekat untuk dijinakkan. Kepolisian mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (9/5/2015), bom-bom itu berhasil dijinakkan dan kini tak lagi menjadi ancaman bagi komunitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga ABG tersebut sangat kaget akan penangkapan ini. "Ini kasus yang sangat serius dan mereka (keluarga) tidak terlibat penggunaan bahan peledak rakitan," kata wakil kepala kepolisian federal Mike Phelan kepada para wartawan.
"Jika kami tidak mengintervensi, ada ancaman nyata akan terjadinya sebuah aksi," imbuhnya.
Kepolisian menegaskan, penyelidikan masih terus berlangsung. Media lokal memberitakan, ABG tersebut menjadi sangat aktif di Facebook beberapa pekan terakhir. Dia kerap berkomentar mengenai perang di Suriah dan bahwa serangan akan dilakukan pada event olahraga lari Mother's Day Classic pada Minggu, 10 Mei waktu setempat, yang akan diikuti puluhan ribu peserta di kota-kota seluruh Australia.
(ita/ita)











































