Ini Cerita Saksi Mata Saat Helikopter Pakistan Jatuh dan Terbakar

Ini Cerita Saksi Mata Saat Helikopter Pakistan Jatuh dan Terbakar

- detikNews
Sabtu, 09 Mei 2015 03:06 WIB
Ini Cerita Saksi Mata Saat Helikopter Pakistan Jatuh dan Terbakar
Islamabad, - Helikopter militer Pakistan yang mengangkut 17 orang diplomat beserta keluarganya jatuh dan terbakar dalam perjalanan menuju Naltar Valley, sekitar pukul 12 siang waktu setempat. Enam orang tewas, sementara 11 orang lainnya mengalami sejumlah luka akibat kecelakaan tersebut.

Seorang polisi lokal yang berada di lokasi kejadian menceritakan detik-detik helikopter jenis m-17 tersebut mengalami crash landing dan terbakar. Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/5/2015), saat itu dia melihat rombongan udara yang terdiri dari 4 helikopter melintas di hadapannya.

"Saat itu saya melihat rombongan helikopter berdatangan sejak pagi. Ini adalah perjalanan ketiga atau keempat," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun helikopter yang berada di bagian belakang tiba-tiba oleng dan jatuh diiringi dentuman keras. "Setelah itu terlihat kobaran api," jelasnya. Helikopter itu menghantam gedung sekolah yang kebetulan sedang kosong.

Tim penyelamat yang langsung berada di lokasi kecelakaan mengatakan bahwa helikopter meledak dan terbakar tak lama setelah mendarat. "Pilot memberikan sinyal untuk mendekat dan menolong, sehingga kami langsung berlari ke arah lokasi kecelakaan, memecahkan jendela dan mulai mengeluarkan korban satu persatu," kata dia.

Beberapa menit kemudian, kembali terjadi satu ledakan yang melukai beberapa orang petugas medis. Namun kecelakaan tersebut, menurut saksi mata terjadi bukan karena aksi terorisme. Mereka memastikan tak melihat misil atau tembakan ke arah helikopter.

"Tak ada aksi terorisme pada helikopter, kecelakaan terjadi karena kesalahan teknis. Klaim Taliban bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kecelakaan ini tidak benar," kata Menteri Luar Negeri Pakistan, Aizaz Ahmad Chaudry dalam konferensi pers.

(rni/bar)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini