Jurnalis Irak yang Dikenal Kritis terhadap Pemerintah Tewas Dibunuh

Jurnalis Irak yang Dikenal Kritis terhadap Pemerintah Tewas Dibunuh

- detikNews
Jumat, 08 Mei 2015 19:29 WIB
Jurnalis Irak yang Dikenal Kritis terhadap Pemerintah Tewas Dibunuh
Ilustrasi
Baghdad - Seorang jurnalis Irak yang dikenal kritis terhadap pemerintah tewas dibunuh di rumahnya di Baghdad. Jurnalis ini ditemukan tak bernyawa dengan satu peluru bersarang di bagian dadanya.

Raad al-Jubbouri sempat mendapat ancaman pembunuhan sebelum ditemukan tewas. Dia dikenal sebagai salah satu penyiar berita pada televisi lokal, al-Rasheed dan merupakan penulis editorial soal korupsi dalam tubuh institusi pemerintah untuk sebuah surat kabar Irak. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (8/5/2015).

Ditemukan memar di bagian wajah Jubbouri, sehingga polisi menyimpulkan Jubbouri sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya tewas ditembak. Insiden penembakan ini terjadi pada Selasa (5/5) malam di kediaman korban yang ada di distrik Qadisiya. Identitas pelaku pembunuh Jubbouri belum diketahui pasti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia membayar harga untuk menjadi seorang jurnalis di Irak," sebut saudara laki-laki Jubbouri, Ahmed.

Kepala Journalistic Freedoms Observatory menuturkan, bahwa Jubbouri sudah beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan, sebelum dibunuh. "Dia menerima beberapa surat berisi ancaman sejak setahun lalu," tutur salah satu kerabat Jubbouri yang enggan disebut namanya.

"Saya membaca dua surat di antaranya, rata-rata berisi ancaman pembunuhan dan kata-kata kasar," imbuhnya.

Irak selalu masuk dalam daftar tempat paling berbahaya di dunia bagi wartawan. Selain karena konflik sipil yang terus berlanjut, ketegangan politik di ibukota Baghdad serta adanya militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang terus medalangi serangan teror di negara tersebut.

Akhir pekan lalu, Direktur Institut Pelaporan untuk Perang dan Perdamaian, Ammar al-Shahbander tewas akibat ledakan bom mobil di wilayah Baghdad. Komisi Perlindungan Jurnalis, kelompok advokasi media setempat, menyebut sedikitnya 15 jurnalis tewas di Irak sejak awal tahun 2013.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads