Yaman Minta Internasional Kirim Pasukan Darat Untuk Perangi Houthi

Yaman Minta Internasional Kirim Pasukan Darat Untuk Perangi Houthi

- detikNews
Kamis, 07 Mei 2015 11:35 WIB
Yaman Minta Internasional Kirim Pasukan Darat Untuk Perangi Houthi
pemberontak Houthi (US News.com)
Sanaa, - Konflik Yaman kian memanas. Pemerintah Yaman menyerukan komunitas internasional untuk secepatnya mengintervensi dengan mengerahkan pasukan darat guna menyelamatkan negeri itu, khususnya di kota-kota Aden dan Taiz.

Seruan tersebut disampaikan dalam surat dari Duta Besar Yaman untuk PBB, Khaled Alyemany kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu, 6 Mei waktu setempat.

Surat ini bisa menjadi menjadi dalih hukum untuk langkah pengiriman pasukan darat ke Yaman. Sebelumnya, Arab Saudi dan koalisi mulai melancarkan serangan udara terhadap para pemberontak Syiah Houthi di Yaman pada 26 Maret ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan udara ini dilancarkan sehari setelah pemerintah Yaman memberitahu Dewan Keamanan PBB dalam suratnya bertanggal 24 Maret, bahwa pihaknya telah meminta bantuan militer dari negara-negara Teluk Arab.

Para pemberontak Houthi terus bergerak masuk ke distrik Tawahi, di kota Aden pada Rabu, 6 Mei waktu setempat, meskipun serangan-serangan udara koalisi Saudi terus dilancarkan.

Dalam surat untuk DK PBB tersebut, Yaman juga menyerukan kelompok-kelompok HAM untuk mendokumentasi "pelanggaran barbar terhadap penduduk tak bersenjata." Yaman menuding Houthi telah membantai warga sipil dan menghalang-halangi tim medis.

"Semua orang yang telah melakukan kejahatan tak akan lolos dari hukuman dan pemerintah akan mengerahkan semua cara untuk membawa Houthi dan pasukan loyalis mantan Presiden Saleh ke pengadilan internasional sebagai penjahat perang," tulis Alyemany dalam surat untuk DK PBB.

Saat ini pertumpahan darah terus terjadi di Yaman. Pada Rabu (6/5), pertempuran di berbagai wilayah Yaman menewaskan setidaknya 120 orang. Termasuk, sekitar 40 orang yang tewas ketika mencoba melarikan diri dari kota Aden. Mereka tewas ketika kapal mereka terkena serangan mortir Houthi.

(ita/ita)


Berita Terkait