Seruan tersebut disampaikan dalam surat dari Duta Besar Yaman untuk PBB, Khaled Alyemany kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu, 6 Mei waktu setempat.
Surat ini bisa menjadi menjadi dalih hukum untuk langkah pengiriman pasukan darat ke Yaman. Sebelumnya, Arab Saudi dan koalisi mulai melancarkan serangan udara terhadap para pemberontak Syiah Houthi di Yaman pada 26 Maret ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemberontak Houthi terus bergerak masuk ke distrik Tawahi, di kota Aden pada Rabu, 6 Mei waktu setempat, meskipun serangan-serangan udara koalisi Saudi terus dilancarkan.
Dalam surat untuk DK PBB tersebut, Yaman juga menyerukan kelompok-kelompok HAM untuk mendokumentasi "pelanggaran barbar terhadap penduduk tak bersenjata." Yaman menuding Houthi telah membantai warga sipil dan menghalang-halangi tim medis.
"Semua orang yang telah melakukan kejahatan tak akan lolos dari hukuman dan pemerintah akan mengerahkan semua cara untuk membawa Houthi dan pasukan loyalis mantan Presiden Saleh ke pengadilan internasional sebagai penjahat perang," tulis Alyemany dalam surat untuk DK PBB.
Saat ini pertumpahan darah terus terjadi di Yaman. Pada Rabu (6/5), pertempuran di berbagai wilayah Yaman menewaskan setidaknya 120 orang. Termasuk, sekitar 40 orang yang tewas ketika mencoba melarikan diri dari kota Aden. Mereka tewas ketika kapal mereka terkena serangan mortir Houthi.
(ita/ita)











































