Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dari Partai Konservatif dan pemimpin oposisi Partai Buruh, Ed Miliband terus bersaing ketat dalam berbagai polling selama berbulan-bulan ini. Hal ini mengindikasikan tak ada yang akan bisa meraih cukup banyak kursi untuk mencapai mayoritas suara di parlemen yang beranggotakan 650 orang.
"Ajang ini akan menjadi yang paling ketat yang pernah kita temui," ujar Miliband kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (7/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama kampanye, Konservatif menyatakan sebagai partai pemulihan ekonomi dan pekerjaan. Partai ini berjanji akan mengurangi pajak pendapatan bagi 30 juta orang, dan memangkas pembelanjaan untuk mengurangi defisit anggaran.
Sementara Partai Buruh berjanji akan mengurangi defisit setiap tahun dan menaikkan pajak pendapatan bagi warga yang berpendapatan tertinggi.
Sesuai sistem pemilu Inggris, untuk mampu memerintah dengan aman, sebuah partai harus mampu meraih mayoritas lebih 50 persen dari 650 kursi di House of Commons atau Majelis Rendah di parlemen.
Jika PM incumbent, Cameron tidak mampu meraih mayoritas, ia masih akan tetap bercokol di Downing Street, hingga tercapai kesepakatan politik. "Pemerintah lama akan tetap memerintah hingga terbentuk pemerintah baru", ujar Menko Keuangan dan Ekonomi George Osborne kepada wartawan.
(ita/ita)











































