Kelompok kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF) menyatakan, rumah sakit swasta Al-Sakhour menghentikan semua aktivitas setelah dibombardir dua kali dalam dua hari berturut-turut pekan lalu.
"Tidak jelas kapan atau apakah rumah sakit akan beroperasi kembali karena mengalami kerusakan parah," demikian statemen MSF seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RS Al-Sakhour melayani sekitar 400 ribu orang sebagai satu dari sedikit rumah sakit di kota Aleppo. Para staf di RS tersebut merupakan warga Suriah, namun menerima peralatan medis dari MSF setiap tiga bulan.
"Pengiriman berikutnya seharusnya pada Juni mendatang, namun kami tidak tahu apakah itu akan terjadi," tutur perwakilan MSF kepada AFP.
MSF pun kembali menyerukan semua pihak yang bertikai untuk menghargai warga sipil. "Kami mengulang seruan kami bagi pihak-pihak yang bertikai agar menghargai warga sipil, fasilitas kesehatan dan staf medis," kata direktur operasi MSF, Raquel Ayora.
"Serangan-serangan terhadap infrastruktur medis tak bisa ditolerir," tandasnya.
Menurut kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, bom-bom barel menghantam area dekat rumah sakit tersebut pada 28 dan 30 April lalu. Bom barel merupakan sebutan untuk senjata rakitan yang terbuat dari kontainer usang yang dipenuhi bahan peledak.
MSF menyatakan, rumah sakit lainnya di Aleppo ditutup pada 17 April lalu setelah berulang kali terkena serangan udara. Bahkan serangan udara terhadap sebuah ambulans bulan lalu, menewaskan tiga petugas medis, sopir ambulans dan seorang warga sipil.
(ita/ita)











































