Polisi Thailand Kembali Temukan Kuburan Massal Imigran Gelap

Polisi Thailand Kembali Temukan Kuburan Massal Imigran Gelap

- detikNews
Selasa, 05 Mei 2015 18:50 WIB
Polisi Thailand Kembali Temukan Kuburan Massal Imigran Gelap
Reuters
Bangkok - Otoritas Thailand kembali menemukan sejumlah kuburan imigran gelap di wilayahnya. Kuburan ini ditemukan dekat kamp penyelundupan manusia lainnya yang masih terletak di hutan yang sama dengan temuan sebelumnya.

Pekan lalu, otoritas Thailand menemukan kuburan massal dengan sedikitnya 26 mayat terkubur di dalamnya. Kuburan massal ini ditemukan di dekat sebuah kamp perdagangan manusia yang sudah lama tidak terpakai di hutan yang berjarak 25 kilometer dari kota Padang Besar, Provinsi Songkhla, dekat perbatasan Malaysia. Mayat-mayat di kuburan massal itu diduga kuat para imigran gelap dari Myanmar dan juga Bangladesh.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/5/2015), otoritas Thailand kembali mendapat temuan serupa yang berjarak sekitar 1 kilometer dari temuan sebelumnya. Sedikitnya ada lima kuburan yang ditemukan di area tersebut, pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menemukan kamp kedua, kemarin (4/5) malam," tutur juru bicara kepolisian nasional Thailand, Prawut Thavornsiri kepada wartawan setempat.

"Kami juga menemukan lima makam, tapi belum bisa memastikan apakah ada mayat di dalamnya. Otoritas setempat akan memeriksanya lebih lanjut," imbuhnya.

Temuan ini kembali menyoroti kasus perdagangan dan penyelundupan manusia yang marak terjadi di Thailand, yang dianggap sebagai pusat perdagangan manusia untuk kawasan Asia. Selama ini, otoritas Thailand dianggap menutup mata terhadap kasus semacam ini.

Padahal banyak imigran gelap, yang sebagian besar etnis Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh yang nekat melalui perjalanan berbahaya melalui laut demi menghindari kekerasan dan penindasan di negara asal mereka. Imigran gelap yang melarikan diri itu biasanya berniat mencari pekerjaan di Malaysia dan juga Thailand.

Terkait temuan kamp perdagangan manusia dan temuan kuburan para imigran gelap sebelumnya, pihak berwenang Thailand telah menangkap tiga pejabat setempat dan seorang warga negara Myanmar. Polisi menyatakan mereka yang ditangkap dicurigai terlibat praktik perdagangan manusia dan penculikan dengan meminta tebusan.

Polisi setempat menyatakan bahwa warga negara Myanmar bernama Soe Naing alias Anwar ditahan atas tuduhan pembunuhan, perdagangan manusia dan kejahatan lintas negara.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads