Al-Shabaab Serbu Kantor Polisi dan Tewaskan 3 Polisi Somalia

Al-Shabaab Serbu Kantor Polisi dan Tewaskan 3 Polisi Somalia

- detikNews
Selasa, 05 Mei 2015 17:03 WIB
Al-Shabaab Serbu Kantor Polisi dan Tewaskan 3 Polisi Somalia
Ilustrasi
Mogadishu -

Militan asal Somalia, Al-Shabaab menyerang kantor polisi di wilayah Puntland. Sedikitnya tiga polisi setempat tewas dalam serangan bersenjata ini.

Kepolisian setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (5/5/2015), menyebut beberapa anggota militan Al-Shabaab juga tewas dalam serangan yang berujung baku tembak tersebut. Insiden ini terjadi di kantor polisi yang ada Yalho Village, dekat kota pelabuhan Bosasso pada Senin (4/5) malam.

"Al-Shabaab menyerang kami dengan granat pelontar roket dan senapan mesin semalam. Mereka sempat menguasai kantor polisi dan menewaskan tiga rekan kami," tutur seorang polisi setempat, Mayor Ismail Aden kepada Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami kemudian mengerahkan personel tambahan dan berhasil merebut kembali kantor polisi tersebut, dan kami menewaskan beberapa militan," imbuhnya.

Secara terpisah, juru bicara Al-Shabaab memastikan keterlibatan kelompoknya dalam serangan tersebut. Namun dalam pernyataannya, juru bicara Al-Shabaab mengklaim ada 5 polisi yang tewas dalam serangan ini.

"Kami menduduki kantor polisi dan... kami membunuh lima polisi," klaim juru bicara sayap militer Al-Shabaab, Sheikh Abdiasis Abu Musab kepada Reuters.

Dalam insiden semacam ini, memang sering terdapat perbedaan jumlah korban tewas yang disampaikan oleh otoritas dan militan setempat.

Militan Al-Shabaab yang masih berkaitan dengan jaringan Al-Qaeda, tergolong sering mendalangi serangan teror di Somalia dan sekitarnya. Kelompok militan ini berusaha menerapkan hukum syariat Islam versi mereka dan melengserkan pemerintah Somalia, yang didukung negara Barat.

Al-Shabaab sempat menguasai ibukota Mogadishu dan sejumlah wilayah lainnya, namun berhasil diusir keluar pada tahun 2011 lalu. Meski terusir dari Mogadishu, militan ini tetap melancarkan serangan teror, bahkan hingga ke wilayah Kenya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads