Salah satu negara Afrika, Senegal mengirimkan 2.100 tentaranya ke Arab Saudi untuk membantu koalisi melawan pemberontak Syiah Houthi di Yaman. Belum diketahui pasti kapan tentara Senegal ini akan ikut bertempur langsung melawan Houthi di wilayah Yaman.
Presiden Senegal Macky Sall mengatakan, usai kunjungan ke Arab Saudi pekan lalu, dirinya mempertimbangkan permintaan untuk mengerahkan tentara dalam koalisi Saudi melawan Houthi, yang didukung oleh Iran. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (5/5/2015).
"Koalisi internasional bertujuan untuk melindungi dan mengamankan situs suci Islam, seperti Madinah dan Makkah," tutur Menteri Luar Negeri Senegal, Mankeur Ndiaye kepada parlemen setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senegal merupakan negara Afrika pertama yang bergabung dengan koalisi yang terdiri atas Saudi dan 8 negara Arab lainnya. Koalisi ini juga bertujuan untuk mengembalikan kepemimpinan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi yang kini mengungsi ke Saudi. Koalisi ini juga mendapat bantuan logistik dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris dan Prancis.
Dalam pernyataannya, pada Senin (4/5), Menteri Luar Negeri Saudi menuturkan, koalisi sedang mempertimbangkan untuk menghentikan serangan udara di beberapa wilayah di Yaman, demi mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk dan disalurkan.
PBB sebelumnya menyatakan bahwa situasi kemanusiaan di Yaman semakin lama semakin memburuk, terutama setelah serangan udara koalisi Saudi.
Pengerahan tentara semacam ini bukan yang pertama kali dilakukan Senegal. Saat Perang Teluk melawan Irak, Senegal juga mengerahkan tentaranya ke Arab Saudi sebagai bagian dari koalisi yang dipimpin AS.
(nvc/ita)










































