Jasad-jasad ini ditemukan pada Sabtu (2/5) dan Minggu (3/5) waktu setempat di Desa Langtang yang berjarak 60 kilometer dari ibukota Kathmandu. Di desa ini terdapat jalur pendakian yang populer di kalangan turis dan pendaki asing. Otoritas setempat menyebut, seluruh desa termasuk 55 guest house untuk para pendaki hancur diterjang longsor.
"Relawan lokal dan polisi setempat melakukan penggalian salju setebal 1,8 meter dengan sekop untuk mencari korban lainnya," jelas asisten kepala distrik setempat, Gautam Rimal, seperti dilansir Reuters, Senin (4/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak diketahui pasti ada berapa banyak orang di wilayah Langtang ketika longsor terjadi selang beberapa hari setelah gempa berkekuatan 7,9 SR melanda Nepal dan sekitarnya. Namun otoritas setempat menyebut, sekitar 120 orang bisa saja terkubur longsoran salju.
"Kami tidak berhasil mencapai area tersebut sebelumnya, karena terkendala hujan dan cuaca berawan," terang birokrat senior distrik setempat, Uddhav Bhattarai kepada Reuters.
Sejauh ini, otoritas Nepal menyebut total korban tewas akibat gempa Nepal mencapai 7.276 orang, sedangkan lebih dari 14.300 orang mengalami luka-luka. PBB mencatat ada sekitar 8 juta orang yang terkena dampak gempa di Nepal, dengan sedikitnya 2 juta orang membutuhkan bantuan tenda, air bersih, makanan dan obat-obatan untuk 3 bulan ke depan.
Peningkatan jumlah korban tewas ini diwarnai dengan adanya sejumlah penyelamatan dramatis. Seperti salah satunya seorang kakek berusia 101 tahun yang ditemukan selamat setelah tertimbun puing-puing bangunan selama seminggu. Kemudian di wilayah Nepal lainnya, dilaporkan ada tiga korban yang berhasil diselamatkan dari puing-puing rumah mereka pada Minggu (3/5) atau selang 8 hari setelah gempa terjadi.
(nvc/nwk)











































