Kuburan massal ini ditemukan di dekat sebuah kamp perdagangan manusia yang sudah lama tidak terpakai di wilayah tersebut. Mayat-mayat yang ditemukan pun diduga kuat merupakan para imigran gelap dari Myanmar dan juga Bangladesh.
Disampaikan kepolisian Thailand, seperti dilansir Reuters, Sabtu (2/5/2015), banyak imigran gelap, yang sebagian besar etnis Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh yang nekat melalui perjalanan berbahaya melalui laut demi menghindari kekerasan dan penindasan di negara asal mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangannya, Kolonel Polisi Anuchon Chamat selaku Wakil Komandan Kepolisian Provinsi Nakorn Si Thammarat menuturkan, bahwa sejauh ini sudah ada 4 mayat yang berhasil dievakuasi setelah makamnya dibongkar. Total ada sekitar 30 makam yang ditemukan di area tersebut.
"Terdapat sedikitnya 30 makam di lokasi-lokasi yang telah ditandai. Kami membongkar empat makam dan akan melanjutkan proses pembongkaran ini," ucap Anuchon kepada Reuters via telepon. Anuchon menambahkan, temuan kuburan massal semacam ini merupakan yang pertama kalinya di Thailand.
Disebutkan Anuchon, polisi juga menemukan dua jasad manusia yang belum sempat dikubur dan dibiarkan membusuk di area terbuka. Sedangkan satu orang berhasil ditemukan masih hidup di kamp tersebut dan telah dibawa ke rumah sakit setempat, untuk menjalani perawatan medis.
Secara terpisah, anggota relawan penyelamat, Sathit Kamsuwan menyebut ada sekitar 200 tentara, polisi dan relawan kemanusiaan yang bekerja bersama di lokasi. Temuan ini menyoroti brutalnya praktik perdagangan dan penyelundupan manusia yang memakan banyak korban jiwa, baik yang tewas di kamp maupun di lautan.
(nvc/gah)











































