30 Kuburan Imigran Gelap Ditemukan di Thailand

30 Kuburan Imigran Gelap Ditemukan di Thailand

- detikNews
Sabtu, 02 Mei 2015 18:01 WIB
30 Kuburan Imigran Gelap Ditemukan di Thailand
(STR/AFP/Getty Images)
Bangkok - Kepolisian Thailand mendapat temuan mengerikan di sebuah hutan terpencil yang ada di wilayah selatan negara tersebut. Ditemukan kuburan massal dengan sedikitnya 30 mayat terkubur di dalamnya.

Kuburan massal ini ditemukan di dekat sebuah kamp perdagangan manusia yang sudah lama tidak terpakai di wilayah tersebut. Mayat-mayat yang ditemukan pun diduga kuat merupakan para imigran gelap dari Myanmar dan juga Bangladesh.

Disampaikan kepolisian Thailand, seperti dilansir Reuters, Sabtu (2/5/2015), banyak imigran gelap, yang sebagian besar etnis Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh yang nekat melalui perjalanan berbahaya melalui laut demi menghindari kekerasan dan penindasan di negara asal mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imigran gelap yang melarikan diri itu biasanya berniat mencari pekerjaan di Malaysia dan juga Thailand, yang sayangnya menjadi pusat perdagangan manusia untuk kawasan Asia.

Dalam keterangannya, Kolonel Polisi Anuchon Chamat selaku Wakil Komandan Kepolisian Provinsi Nakorn Si Thammarat menuturkan, bahwa sejauh ini sudah ada 4 mayat yang berhasil dievakuasi setelah makamnya dibongkar. Total ada sekitar 30 makam yang ditemukan di area tersebut.

"Terdapat sedikitnya 30 makam di lokasi-lokasi yang telah ditandai. Kami membongkar empat makam dan akan melanjutkan proses pembongkaran ini," ucap Anuchon kepada Reuters via telepon. Anuchon menambahkan, temuan kuburan massal semacam ini merupakan yang pertama kalinya di Thailand.

Disebutkan Anuchon, polisi juga menemukan dua jasad manusia yang belum sempat dikubur dan dibiarkan membusuk di area terbuka. Sedangkan satu orang berhasil ditemukan masih hidup di kamp tersebut dan telah dibawa ke rumah sakit setempat, untuk menjalani perawatan medis.

Secara terpisah, anggota relawan penyelamat, Sathit Kamsuwan menyebut ada sekitar 200 tentara, polisi dan relawan kemanusiaan yang bekerja bersama di lokasi. Temuan ini menyoroti brutalnya praktik perdagangan dan penyelundupan manusia yang memakan banyak korban jiwa, baik yang tewas di kamp maupun di lautan.

(nvc/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads