Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (2/5/2015), korban tewas termasuk tiga pria, satu wanita dan seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun. Sedangkan lebih dari 30 orang lainnya berhasil diselamatkan dari mobil mereka yang terjebak banjir di dan sekitar Caboolture, sekitar 44 kilometer dari Brisbane.
"Tragedi yang muncul adalah orang-orang masih berusaha mengambil risiko demi berusaha melalui genangan (banjir)," tutur Inspektur Polisi Queensland, Lee Jeffries kepada media setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden kedua, yang juga terjadi Caboolture, melibatkan sebuah mobil yang membawa 3 orang, yang hanyut tersapu banjir. Namun dua penumpang, yakni seorang wanita berusia 21 tahun dan seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun berhasil selamat. Jasad si pengemudi mobil, pria berusia 49 tahun ditemukan pada Sabtu (2/5) dini hari.
Insiden ketiga yang juga melibatkan sebuah mobil yang hanyut terbawa arus banjir, terjadi di dekat wilayah Burpengary. Seorang pria berusia 75 tahun tewas dalam insiden tersebut, sedangkan seorang wanita berusia 68 tahun berhasil diselamatkan setelah ditemukan petugas berpegangan di sebuah pohon.
"Sangat disayangkan dengan adanya bencana ini, sekali lagi kita perlu waspada dengan memasuki jalanan yang digenangi banjir. Jika ada genangan, lupakan saja (melintasinya)," ucap Jeffries.
"Laporan yang saya dapat ialah banyak jalanan yang digenangi air banjir dan kendaraan nekat melintasinya," imbuhnya.
Hujan deras yang disertai badai melanda sebagian besar wilayah Queensland sejak Jumat (1/5) malam waktu setempat. Situasi semakin memburuk setelah badai dahsyat yang melanda pantai timur Australia pekan lalu, yang menewaskan 8 orang.
Biro Meteorologi setempat menyebutkan tekanan udara yang rendah bergerak ke arah selatan mendekati New South Wales, tapi diperkirakan angin kencang yang disertai hujan deras akan tetap melanda sebagian wilayah Queensland.
(nvc/gah)










































