6 Pria di Malaysia Termasuk WNI Diadili atas Rencana Serangan Terorisme

6 Pria di Malaysia Termasuk WNI Diadili atas Rencana Serangan Terorisme

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2015 18:52 WIB
6 Pria di Malaysia Termasuk WNI Diadili atas Rencana Serangan Terorisme
Ilustrasi
Kuala Lumpur - Pengadilan Malaysia mengadili enam terdakwa, termasuk seorang warga negara Indonesia terkait konspirasi rencana serangan teror di negara tersebut. WNI ini disebut-sebut sebagai ahli persenjataan.

Menurut dokumen pengadilan yang didapatkan oleh AFP, Kamis (30/4/2015), keenam terdakwa berusia antara 25-48 tahun dan terdiri atas lima warga Malaysia dan satu orang WNI. Mereka mulai disidangkan pada Kamis (30/4) ini di Pengadilan Kedah.

"Berkomplot untuk memicu teror di Malaysia," demikian bunyi dokumen persidangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka diborgol dan dibawa ke pengadilan dengan pengamanan ketat," tutur pengacara terdakwa Shariff Mat kepada AFP.

Persidangan selanjutnya akan digelar pada 31 Mei mendatang dan kasus ini ditransfer ke pengadilan tinggi.

Tidak disebut secara detail identitas keenam terdakwa. Namun disebut bahwa di antaranya terdapat otak rencana serangan teror Murad Halimmuddin Hassan (48) dan putranya, Abu Daud (25).

Sedangkan satu WNI yang juga diadili, diidentifikasi sebagai Ali Saifuddin, yang diyakini merupakan mantan ahli persenjataan bagi kelompok Jemaah Islamiyah (JI). Tidak banyak informasi soal asalnya maupun bagaimana Ali bisa ditangkap di Malaysia.

Keenam terdakwa ini masuk dalam kelompok 17 orang yang ditahan pada awal April lalu, karena dicurigai merencanakan penculikan tokoh ternama dan merencanakan serangan teroris. Beberapa waktu lalu, Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar menyatakan orang-orang ini terinspirasi militan ISIS.

Komplotan ini disebut-sebut merencanakan serangan di Kuala Lumpur dan di wilayah Putrajaya yang menjadi lokasi kantor pemerintah federal Malaysia. Disebut juga bahwa komplotan ini berencana untuk merampok bank demi menggalang dana untuk aksi teror mereka, serta merampok fasilitas militer dan kepolisian demi mendapatkan senjata.

Pekan lalu, otoritas Malaysia menangkap 12 orang lainnya yang dicurigai menyusun rencana serangan teror, di saat Malaysia tengah bersiap menggelar Southeast Asian Summit.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads