Protes Kebrutalan Polisi, Ribuan Warga AS Berunjuk Rasa

Protes Kebrutalan Polisi, Ribuan Warga AS Berunjuk Rasa

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2015 11:20 WIB
Protes Kebrutalan Polisi, Ribuan Warga AS Berunjuk Rasa
Unjuk rasa di New York (Reuters)
New York - Ribuan orang berunjuk rasa di kota-kota besar di Pantai Timur Amerika Serikat untuk memprotes kebrutalan polisi. Unjuk rasa ini masih berkaitan dengan kematian seorang pria Afrika-Amerika di Baltimore setelah ditahan polisi.

Kekacauan masih terus terjadi di Baltimore, di mana ribuan demonstran yang sebagian besar pemuda kulit hitam memblokir sejumlah jalan hingga melumpuhkan kota terbesar di negara bagian Maryland tersebut. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (30/4/2015).

Ribuan orang lainnya berdemo di New York, Washington dan Boston untuk menunjukkan solodaritas terhadap Baltimore. Aksi demo umumnya berjalan damai, meskipun kepolisian New York menahan sejumlah demonstran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demonstran di New York berkumpul di Union Square yang ada di kawasan Lower Manhattan. Unjuk rasa yang berjudul 'NYC Rise Up and Shut it down with Baltimore' ini diumumkan via Facebook dan mengundang siapa saja yang ingin bergabung.

Awalnya, unjuk rasa ini tidak mendapat perlawanan dari polisi. Namun ketika personel kepolisian yang dikerahkan bertambah banyak, terjadi situasi emosional dan beberapa demonstran ditangkap.

Kepolisian New York (NYPD) tidak menyebut lebih jelas ada berapa demonstran yang ditangkap. Namun media AS, CNN menyebut ada puluhan demonstran yang ditangkap di New York.

Sedangkan di Washington, aksi demo dilaporkan diikuti oleh sekitar 1.000 orang dan berlangsung damai hingga berakhir di depan Gedung Putih. Para demonstran meneriakkan slogan melawan kekerasan polisi dan membawa poster bertuliskan 'Stop racist police terror'.

"Saya hanya berusaha membela warga kulit hitam di manapun. Di mana saja," ucap salah satu demonstran, Miyeah Cook (17) kepada AFP.

Sementara itu, unjuk rasa di Baltimore yang menjadi lokasi tewasnya tahanan kulit hitam Freddie Gray masih terus berlanjut. Namun kali ini sudah tidak diwarnai penjarahan dan aksi anarkis seperti sebelumnya.

Kendati demikian, kepolisian Baltimore mengamankan 18 demonstran sepanjang Rabu (30/4) waktu setempat. Polisi juga memantau erat media sosial yang dijadikan para pendemo sebagai alat komunikasi untuk mengkoordinasikan aksi mereka.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads