"Teluk Persia adalah nyawa kehidupan kami ... Kami akan menghormati navigasi internasional," ujar Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif saat hadir dalam diskusi di New York University, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/4/2015).
"Bagi kami, kebebasan navigasi di Teluk Persia adalah keharusan," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Maersk menyatakan, pihaknya masih berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Denmark dan berusaha mencari tahu mengapa kapal tersebut diminta menggeser jalur dan kemudian dihentikan. Terlebih, pihak Maersk meyakini, kapal ini tengah berlayar di perairan internasional ketika dicegat.
Kapal seberat 65 ribu ton ini dikelola dan diawaki oleh Rickmers Shimanagement, namun disewa oleh pihak Maersk. "Informasi yang kami dapat dari kapten kapal, ketika didekati oleh kapal militer Iran ... saat itu diyakini ... berada di jalur pelayaran internasional," juru bicara Rickmers, Cor Radings.
"Memang di Selat Hormuz, yang merupakan wilayah perairan Iran. Tapi terdapat koridor pelayaran yang diakui secara internasional di perairan internasional yang digunakan kapal-kapal komersial," imbuhnya.
Secara terpisah, Badan Maritim dan Pelaburan Iran menyebutkan, kapal itu disita atas perintah pengadilan, setelah putusan kasus utang-piutang yang melibatkan Maersk Line dengan perusahaan Iran, Pars Talaie, diputuskan pengadilan setempat.
Zarif menjelaskan, Maersk diperintahkan pengadilan untuk membayar ganti rugi. Proses hukum kasus ini, lanjut Zarif, telah berlangsung selama 14 tahun terakhir.
"Sederhana, Angkatan Laut kami berupaya menerapkan putusan pengadilan," ucapnya.
Dilaporkan kantor berita Iran, Tasnim yang mengutip salah satu pengacara Pars Talaie, kasus ini berawal ketika Pars Talaie menyewa jasa Maersk untuk mengirimkan barang dari pelabuhan Abadan, Iran ke Dubai. Namun sudah lebih dari satu dekade berlalu dan barang tersebut tidak juga tiba di tujuan. Oleh karena itu, Maersk dianggap berutang dan diwajibkan membayar ganti rugi.
Lebih lanjut, Radings menyebutkan, 24 awak kapal yang sebagian besar dari Eropa Timur dan Asia dalam kondisi baik. Terdapat juga satu warga negara Inggris di kapal tersebut. Menurut Radings, kapal tersebut dibawa ke perairan lebih dalam mendekat ke wilayah Iran.
(nvc/ita)











































