Menurut Menteri Informasi dan Komunikasi Nepal, Minendra Rijal, masih banyak yang harus dilakukan terkait dengan berlangsunya operasi bantuan. Setengah juta tenda sangat dibutuhkan segera karena banyak warga Nepal terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat gempa.
"Hidup kembali normal, tetapi membutuhkan waktu agar keadaan benar-benar kembali normal. Kami masih belum bisa benar-benar mengelola untuk memberikan bantuan," kata Rijal seperti dilansir dari CNN, Kamis (30/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"21 helikopter, termasuk 7 dari yang disediakan India, telah membantu dalam upaya penyelamatan dan bantuan, dengan 866 orang diselamatkan oleh udara dan lebih dari 1.000 orang diselamatkan dengan transportasi darat," tutur Rijal.
Para petugas penyelamat pun terus berusaha untuk menjangkau orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan. Namun cuaca yang tak bersahabat menjadi kendala dalam misi kemanusiaan tersebut. Hujan deras yang melanda Nepal mempersulit mereka yang tidur di tempat-tempat terbuka karena belum mendapatkan bantuan tenda. Sebagian warga Nepal juga merasa tidak aman berada di dalam gedung setelah adanya gempa susulan.
Hujan yang sering terjadi juga mempersulit pekerjaan tim penyelamat untuk membantu para korban yang terluka. Seperti halnya bagi tim dari rumah sakit lapangan militer yang berada di Kathmandu.
"Hujan telah tiba dan dalam banyak kasus ini adalah skenario terburuk. Ini yang tidak diharapkan akan terjadi," tutur salah seorang petugas medis di RS tersebut, Dr. Sanjay Gupta.
Menurut Pusat Koordinasi Darurat Nasional Nepal hingga Rabu (29/4) malam, sebanyak 5.238 orang dikonfirmasi tewas akibat gempa dahsyat di Nepal. Sementara 10.348 lainnya mengalami cidera. Para pejabat Nepal juga telah memperingatkan korban tewas diperkirakan akan meningkat. Dua negara tetangga Nepal, India dan Tiongkok melaporkan ada sejumlah warganya yang tewas akibat gempa. Sebanyak 75 warga India, dan 25 warga Tiongkok.
"Selama 3 hari, para staf medis di sana (RS lapangan Kathmandu) telah merawat 617 pasien dan menyelamatkan 586 dari mereka," tutup Gupta.
(ear/jor)











































