Dekrit soal pemberian bonus ini disampaikan setelah pengumuman penunjukan ahli waris dan wakil ahli waris baru dalam Kerajaan Saudi, yang juga merupakan bagian dari reshuffle kabinet negara tersebut. Ditambah beberapa tahun terakhir, militer Saudi melakukan berbagai operasi yang cukup intens.
Sejak akhir Maret, koalisi negara Arab yang dipimpin Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman, yang didukung oleh Iran, musuh Saudi. Kemudian militer dan polisi Saudi juga selalu waspada atas kemungkinan munculnya serangan militan terhadap pusat perbelanjaan dan instalasi energi setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini mengingat bahwa angkatan bersenjata Saudi yang juga termasuk garda nasional dan pasukan paramiliter, diperkirakan memiliki anggota lebih dari 200 ribu personel aktif.
Bonus dari Kerajaan Saudi yang diberikan pada masa pergantian politik atau saat terjadi ketegangan politik, memiliki sejarah panjang. Pada Januari lalu, Raja Salman memberikan bonus dua bulan gaji dan juga pensiun bagi semua pegawai dan pensiuan pemerintah, untuk menandai penunjukannya sebagai Raja Saudi.
Sedangkan pada tahun 2011 lalu, ketika negara-negara Arab tengah dilanda banyak kerusuhan, otoritas Saudi menambah anggaran kesejahteraan sosial.
(nvc/ita)










































