Hal tersebut disampaikan seorang pejabat senior PBB, Jamie McGoldric yang mengurusi masalah Nepal. Dikatakannya, penjabat Nepal telah memutuskan bahwa jumlah ahli-ahli asing yang berada di ibukota Kathmandu dan sekitarnya sudah cukup.
"Mereka merasa mereka punya kapasitas yang cukup untuk menangani kebutuhan-kebutuhan mendesak dalam pencarian dan penyelamatan," ujar McGoldric seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (29/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, jumlah korban jiwa akibat gempa dahsyat di Nepal telah mencapai lebih dari 5 ribu orang. Menurut pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal, saat ini sudah 5.006 nyawa melayang akibat gempa berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) pada Sabtu, 25 April tersebut.
Jumlah korban jiwa tersebut meningkat 300 orang dari angka resmi yang sebelumnya disampaikan pemerintah Nepal pada Selasa (28/4).
Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala telah mengatakan, jumlah korban tewas akibat gempa terburuk di Nepal dalam 8 dekade ini, diperkirakan akan bisa mencapai 10 ribu jiwa.
(ita/ita)











































