Namun militer AS menolak menyebut alasan pengerahan jet tempur ini ke wilayah Afghanistan. Mereka hanya menyebutkan, jet-jet tempur AS menjalankan misi di luar operasi reguler. Tidak diketahui ada berapa banyak jet tempur AS yang dikerahkan ke wilayah tersebut.
"Kami bisa memastikan ada jet tempur AS terbang ke wilayah Kunduz, dalam waktu 72 jam terakhir, tidak ada amunisi yang dijatuhkan," ucap juru bicara militer AS, seperti dilansir Reuters, Rabu (29/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misi koalisi AS di Afghanistan diakhiri tahun 2014 lalu dan kini hanya ada sejumlah kecil pasukan AS di negara tersebut. Hanya sekitar 1.800 tentara pemberantasan terorisme AS yang masih dikerahkan di sejumlah wilayah Afghanistan.
Tahun lalu, miiter AS menyatakan tidak akan lagi membantu tentara Afghanistan dalam menjaga keamanan di wilayahnya. Kecuali, dalam menghadapi militan atau dalam keadaan darurat demi menghindari korban jiwa dalam jumlah besar.
(nvc/ita)










































