Angka tersebut disampaikan seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Nepal seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (29/4/2015). Jumlah korban jiwa tersebut meningkat 300 orang dari angka resmi yang sebelumnya disampaikan pemerintah Nepal pada Selasa (28/4).
Perdana Menteri Nepal Sushil Koirala telah mengatakan, jumlah korban tewas akibat gempa terburuk di Nepal dalam 8 dekade ini, diperkirakan akan bisa mencapai 10 ribu jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini waktu yang menantang dan sangat sulit bagi Nepal," tutur Koirala seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (28/4/2015).
PM Koirala pun meminta bantuan asing, khususnya karena Nepal sangat membutuhkan tenda dan obat-obatan. Dikatakannya, banyak warga tidur di luar ruangan karena rumah-rumah mereka telah hancur atau karena takut akan gempa susulan.
"Pemerintah butuh tenda-tenda, banyak obat-obatan. "Ada lebih dari 7.000 orang terluka. Perawatan dan rehabilitasi mereka akan menjadi tantangan besar," tandasnya.
(ita/ita)











































