Dengan menjadikan Mohammed bin Nayef (55) sebagai putra mahkota Saudi dan Mohammed bin Salman sebagai wakil putra mahkota Saudi, maka Keajaan Saudi telah memastikan suksesi untuk beberapa dekade ke depan dan semakin memperkuat dinastinya. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (29/4/2015).
Raja Salman juga menggantikan Menteri Luar Negeri Saudi Saud al-Faisal dengan Duta Besar Saudi untuk AS, Adel al-Jubeir, yang merupakan non-anggota kerajaan pertama yang memegang jabatan tersebut. Al-Faisal sendiri sudah menjabat Menlu Saudi sejak Oktober 1975 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dekrit yang dirilis media nasional Saudi, Raja Salman mengatakan keputusan untuk menggantikan saudara tirinya Pangeran Muqrin dengan Mohammed bin Nayef sebagai ahli waris dan menjadikan putranya sendiri sebagai wakil ahli waris, telah mendapat persetujuan mayoritas Dewan Baiat Kerajaan saudi.
Raja Salman mulai menjabat sebagai Raja Saudi menggantikan kakaknya Raja Abdullah yang mangkat pada 23 Januari lalu.
Putra mahkota Saudi yang baru, Mohammed bin Nayef telah menjabat Menteri Dalam Negeri Saudi sejak tahun 2012. Sebelumnya, dia memimpin militer Saudi selama kurang lebih satu dekade, ketika keberadaan Al-Qaeda di Saudi berhasil ditekan.
Sedangkan wakil putra mahkota yang baru, Mohammad bin Salman tengah menikmati naiknya posisi dirinya dengan cepat dalam Kerajaan Saudi, dari yang tadinya menjabat kepala pengadilan menjadi orang paling penting ketiga di Saudi. Dengan menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Mohammad bin Salman menjadi salah satu tokoh penting dalam koalisi melawan pemberontak Houthi di Yaman.
(nvc/ita)











































