Wang Tianchao, yang merupakan direktur rumah sakit nomor satu di Yunnan, menggunakan jabatannya untuk meminta suap. Dia memanfaatkan setiap proyek pembangunan, pengadaan peralatan medis serta penempatan posisi dokter untuk keuntungannya sendiri. Demikian seperti dilaporkan media setempat, China Daily dan dilansir Reuters, Selasa (28/4/2015).
Mahkamah Agung China menyebutkan Wang menerima suap dalam bentuk tunai senilai 35 juta yuan (Rp 73 miliar), kemudian dalam bentuk properti berjumlah 100 unit dengan nilai mencapai US$ 13 juta (Rp 168 miliar) dan juga dalam bentuk area parkir strategis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baik Wang maupun rumah sakit tempatnya bekerja tidak bisa dimintai komentar mengenai penyelidikan kasus ini. Namun terkait kasus ini, Wang telah dicopot dari jabatannya bulan lalu.
Korupsi di sektor pelayanan kesehatan sudah sejak lama mewarnai China. Tahun lalu, perusahaan obat asal Inggris, GlaxoSmithKline PLC dihukum denda nyaris US$ 500 juta (Rp 6,4 triliun) karena menyuap sejumlah dokter demi meningkatkan penjualan obat-obatan.
(nvc/ita)











































