Terus Bombardir Houthi di Yaman, Arab Saudi Dituding Ikuti Jejak Israel

Terus Bombardir Houthi di Yaman, Arab Saudi Dituding Ikuti Jejak Israel

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 16:41 WIB
Terus Bombardir Houthi di Yaman, Arab Saudi Dituding Ikuti Jejak Israel
Ilustrasi
Teheran - Arab Saudi dan koalisi terus melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman. Komandan Garda Revolusioner Iran menuding Saudi mengikuti jejak Israel di dunia Islam, dengan melanjutkan serangan di Yaman.

Serangan udara Saudi dan koalisi terhadap Houthi yang didukung Iran, dimulai 26 Maret lalu dan sempat terhenti sebentar pada 22 April, ketika Saudi mengumumkan penghentian serangan dengan alasan tujuan operasi militer telah tercapai. Saudi lantas menyerukan dilanjutkannya perundingan damai untuk menyelesaikan konflik di Yaman.

Namun tidak lama kemudian, Saudi kembali melancarkan serangan udara karena Houthi malah semakin gencar melakukan pertempuran dengan militer Yaman dan milisi loyalis Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Serangan udara Saudi di Yaman pun kembali meningkat akhir-akhir ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dilaporkan kantor berita Iran, IRNA dan dilansir Reuters, Selasa (28/4/2015), Jenderal Mohammad Ali Jafari yang merupakan komandan pasukan elite Iran, Garda Revolusioner mengkritik serangan udara yang dilancarkan Saudi, yang merupakan musuh Iran.

"Tanpa rasa malu dan tanpa hormat membombardir dan membunuh sebuah bangsa," sebut Jafari.

"Arab Saudi mengikuti jejak rezim Zionis (Israel-red) dalam dunia Islam," tudingnya.

Saudi dan Amerika Serikat menuding Iran tidak hanya mendukung, melainkan juga mempersenjatai pemberontak Houthi di Yaman. Tudingan ini telah berulang kali dibantah Iran, yang mengaku hanya memberikan dukungan politik dan kemanusiaan untuk Houthi.

Namun baru-baru ini kapal militer AS yang dikerahkan di perairan Yaman untuk memantau aktivitas kapal setempat, memergoki konvoi sejumlah kapal Iran mendekati perairan Yaman, lalu berputar arah dan menjauh dari Yaman. Tidak diketahui pasti alasan konvoi kapal Iran tersebut berputar arah. Namun AS mencurigai kapal-kapal Iran ini membawa senjata untuk Houthi.

Insiden ini terjadi setelah kapal induk USS Theodore Rooselvelt dan beberapa kapal perang AS lainnya dikerahkan ke dekat perairan Yaman. Kapal-kapal AS tersebut diberi tugas untuk melacak kapal-kapal Iran, serta mencegah suplai senjata dari pihak manapun kepada Houthi.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads