Dilansir AFP, Selasa (28/4/2015), selain 2 pekerja tewas, tim medis Bulan Sabit Merah Arab Saudi menyatakan, ada 14 pekerja lainnya yang terluka parah, dan 3 sampai 6 orang dinyatakan masih terperangkap dalam reruntuhan bangunan.
Tim paramedis awalnya diberitahu bahwa ada 50 pekerja yang terperangkap di bawah reruntuhan beton dan besi di universitas yang terletak di Qassim, barat laut Ibu Kota Riyadh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan orang lain disebutnya mengalami luka ringan, dan tiga sampai enam orang lainnya diyakini masih terperangkap.
Juru bicara Qassim University Bandar al-Roshodi mengatakan kepada saluran berita televisi Arab, Al-Ekhbariya, pekerja yang terjebak itu dari negara yang berbeda-beda. Namun kebanyakan berasal dari Pakistan.
"Sampai saat ini kami sedang mencari (korban)" ucap Roshodi. Dari gambar yang beredar di Twitter, tampak puluhan orang tengah berusaha mengevakuasi korban di bawah reruntuhan gedung yang dipenuhi rangka besi. Beberapa mobil ambulans juga disiagakan di lokasi.
Belum diketahui apakah ada WNI yang menjadi pekerja bangunan di lokasi peristiwa ini. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, dirinya tengah mencari tahu.
"Saya belum cek. Nanti saya cek dulu. Nggak terlalu banyak mahasiswa Indonesia di situ. Tapi saya cek dulu, siapa tahu cleaning servicenya dari Indonesia," kata Iqbal saat dihubungi lewat detikcom, Selasa (28/4/2015).
(bar/dnu)










































