Dilansir AFP, Selasa (28/4/2015), peristiwa jual-beli tembakan ini terjadi pada Senin (27/4) waktu setempat. Mulanya, teroris tersebut menyambangi kantor polisi Zvornik sekitar pukul tujuh malam waktu setempat.
"Pria tersebut meneriakkan Allah Akbar! Si penyerang menewaskan seorang petugas polisi dan melukai dua lainnya," kata juru bicara kepolisian Aleksandra Simojlovic.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sungguh jelas bahwa motif serangan teroris ini adalah religius dan teroris... Ini tentu bukan aksi terpisah," kata Presiden dari kelompok Serbia ini.
Zvornik merupakan tempat tempat orang Serbia dari Bosnia. Zvornik berada dalam Republik Srpska, sebuah daerah entitas dalam Bosnia-Herzegovina. Muslim Bosnia mencapai 40 persen di tempat ini, yakni sekitar 3,8 juta penduduk. Meski sebagian besar umat Islam di sini moderat, namun kelompok radikal menampakkan keberadaannya.
Berdasarkan data intelejen, sekitar 150 orang Bosnia diyakini bergabung dengan kelompok jihad di Irak dan Suriah. Sekitar 50 orang lainnya telah kembali ke Bosnia.
(dnu/bar)











































