Tidak disebut lebih lanjut identitas ketiga tersangka yang ditangkap. Namun kepolisian Prancis meyakini ketiganya terkait dengan pria Aljazair, Sid Ahmed Ghlam (24) yang ditangkap pekan lalu, yang mendalangi rencana serangan terhadap gereja tersebut. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (27/4/2015).
Kantor jaksa wilayah Paris menolak untuk memberikan komentar atas penangkapan tiga tersangka baru ini. Namun media setempat, Le Figaro.Fr mengutip seorang sumber yang memahami kasus ini, yang menuturkan bahwa ketiga tersangka baru itu ditangkap pada akhir pekan kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal pekan ini, kepala kejaksaan wilayah Paris menyatakan, hasil pemeriksaan terhadap telepon dan laptop milik si pria Aljazair menunjukkan bahwa pria itu melakukan komunikasi rutin dengan seseorang, yang diduga ada di Suriah, yang memintanya menargetkan gereja dalam serangan teror.
Otorotas Prancis meyakini rencana serangan ini valid dan untungnya berhasil digagalkan. Si pria Aljazair awalnya ditahan atas kasus pembunuhan seorang wanita setempat, namun penyelidikan lebih lanjut menemukan rencana yang tengah dirancang pria ini untuk melakukan penyerangan terhadap sedikitnya satu gereja di wilayah Villejuif, Prancis.
Otoritas Prancis terus meningkatkan kewaspadaan setelah terjadi serangan teror terhadap kantor majalah satire Charlie Hebdo dan sejumlah serangan teror lainnya di wilayahnya. Baru-baru ini, Perdana Menteri Manuel Valls mengklaim ada lima rencana serangan teror yang berhasil digagalkan, semenjak insiden Charlie Hebdo pada Januari lalu.
(nvc/nwk)











































