Gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Nepal dan menyebabkan korban tewas mencapai sekitar 1.800 orang. Keadaan ini membuat UNICEF yang berada di bawah organiasi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mengkhawatirkan keselamatan anak-anak Nepal.
Berdasarkan rilis UNICEF kepada detikcom, Minggu (26/4/2015), pihak UNICEF mengerahkan respons cepat tanggap untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang terkena dampak gempa bumi di Kathmandu, Nepal. Badan yang mengurusi soal anak ini mengatakan separuh populasi negara itu adalah anak-anak dan UNICEF khawatir bencana, yang sudah menewaskan ratusan orang itu, akan memiliki dampak yang sangat buruk terhadap anak-anak.
Hingga saat ini, UNICEF telah mempersiapkan bantuan, termasuk tablet penjernih air, perangkat higienis, terpal dan nutrisi, dan bekerja dengan Pemerintah serta mitra-mitra lain untuk memenuhi kebutuhan darurat anak-anak di kawasan itu yaitu air dan sanitasi, perlindungan anak, kesehatan dan nutrisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) telah memporak-porandakan Ibu Kota Nepal yakni Kahtmandu. Lebih dari seribu orang tewas akibat musibah tersebut.
"Sampai dengan saat ini jumlah korban tewas mencapai 1.805 orang. Sebanyak 4.700 orang terluka," ujar Menteri Dalam Negeri Nepal kepada CNN seperti dikutip Reuters.
(fiq/mad)










































