Gempa berkekuatan 7,9 skala richter meluluh-lantakkan Nepal, tepatnya di ibu kota Khatmandu. Sejumlah bangunan bersejarah pun hancur. Ini penampakannya.
New York Times, Minggu (26/4/2015), membuat foto perbandingan dua bangunan bersejarah di Nepal. Foto pertama menampilkan kondisi banguna sebelum terjadinya gempa, dan foto di sampingnya setelah gempa.
Pertama, adalah bangunan bernama Menara Dharahara. Bangunan bersejarah bertingkat 9 ini dibangun pada tahun 1832. Terbuat dari batu bata dengan ketebalan satu setengah batu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sayangnya kondisi bangunan itu hancur. Bahkan kini sudah nyaris rata dengan tanah.

Bangunan selanjutnya adalah Maju Deval. Bangunan ini dibangun pada tahun 1690 dan sudah ditetapkan sebagai Situs Unesco World Heritage di Durbar Square. Sayangnya, kini juga ikut hancur akibat gempa.

Beberapa perbandingan bangunan bersejarah lainnya di Nepal juga beredar di media sosial. Berikut contohnya:
#Kathmanduβs Patan Durbar Square before and after the #NepalEarthquake pic.twitter.com/qWliV1fIxt via @Fascinatingpics #Nepal #US #EU #UK #UNSC
β Ronan Tynan (@RonanLTynan) April 25, 2015Nepal earthquake has left at least 1,000 people dead. This photo shows the landmark Dharahara Tower before and after. pic.twitter.com/wXvedaLWA9
β BBC Newsbeat (@BBCNewsbeat) April 25, 2015
Sejauh ini, gempa dahsyat berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) di Nepal sudah menewaskan 1.805 orang. Sisanya, sebanyak 4.700 orang terluka.
Kemudian pasukan tentara India yang berbasis di pegunungan tertinggi dunia, Mount Everest, diinformasikan telah menemukan 18 potongan badan pendaki gunung di antara longsoran yang menimbun base camp. Menurut informasi sementara, ada lebih dari 1.000 pendaki yang tengah berada di Mount Everest saat ini.
Belum ada laporan WNI yang menjadi korban gempa. Namun ada 8 orang yang masih hilang kontak.










































