Yasuo Yamamoto datang menyerahkan dirinya ke kantor polisi setempat di prefektur Fukui, sekitar 350 kilometer sebelah barat Tokyo pada Jumat, 24 April malam waktu setempat. Pria berumur 40 tahun itu datang sembari membawa alat pengendali drone atau pesawat tak berawak.
Kepada polisi, Yamamoto mengatakan seperti dilansir AFP, Sabtu (25/4/2015), dirinya melakukan aksinya tersebut untuk mengungkapkan sikapnya yang anti tenaga nuklir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tersangka berencana mengganggu operasi di kediaman resmi PM," kata juru bicara Kepolisian Metropolitan Tokyo.
Saat ini Yamamoto telah dipindahkan ke Tokyo untuk diinterogasi lebih lanjut.
(ita/ita)











































