Wanita bernama Sabeen Mehmood itu merupakan pemilik 'The Second Floor', kafe yang sering mengadakan acara debat dan event-event seni. Dia baru saja meninggalkan tempat tersebut bersama ibunya pada Jumat, 24 April ketika mobilnya diserang pria-pria bersenjata di kawasan Defence.
Menurut kepolisian, Mehmood terkena lima tembakan peluru dan tewas di tempat kejadian. Ibunya tidak terluka dalam peristiwa ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Insiden ini menurut penyelidikan awal, tampaknya merupakan akibat permusuhan pribadi," tutur Pirzada tanpa menjelaskan lebih jauh.
Sebelum penembakan itu, Mehmood memimpin seminar soal pelanggaran HAM di provinsi Baluchistan yang dilanda konflik. Seminar bertajuk "Un-silencing Baluchistan Take 2" tersebut juga menampilkan dua aktivis HAM ternama, Mama Abdul Qadeer dan Farzana Baluch, di antara para pembicara lainnya.
Kelompok-kelompok HAM telah sejak lama menuding aparat keamanan dan badan intelijen Pakistan melakukan pelanggaran HAM serius di Baluchistan, yang selama bertahun-tahun ini dilanda pemberontakan separatis.
(ita/ita)











































