Diberitakan media setempat dan dilansir Reuters, Jumat (24/4/2015), korban tewas merupakan bagian dari rombongan sekitar 50 imigran gelap yang berusaha mencapai wilayah Eropa Barat dengan menelusuri jalur rel kereta api yang menghubungkan Makedonia dengan Serbia.
Diduga, para imigran ini telah menyeberang lewati Turki dan Yunani, untuk kemudian menuju Hongaria dan wilayah negara-negara Schengen di bawah otoritas Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masinis melihat sekelompok besar orang, puluhan orang," sebut jaksa dalam pernyataannya.
"Dalam kondisi itu, masinis berusaha keras menghentikan kereta dan membunyikan sirene. Saat itu, hanya beberapa orang menyingkir dari rel. Kereta tidak berhasil berhenti sebelum menabrak dan mengejar beberapa orang di antaranya," imbuhnya.
Potongan tubuh manusia, pakaian dan makan berserakan di sepanjang rel yang ada di wilayah terpencil di dekat Sungai Vardar, wilayah Veles tersebut.
Wilayah Balkan Barat menjadi saksi lonjakan tajam jumlah imigran yang memilih rute tersebut untuk menyelamatkan diri dari perang, kemiskinan dan penindasan di negara-negara Timur Tengah dan Afrika. Rute ini dianggap lebih 'aman' dibanding rute melalui Laut Mediterania. Apalagi insiden terbaru pada Minggu (19/4) lalu menewaskan 900 imigran yang ada dalam satu kapal di dekat Pantai Libya.
(nvc/nwk)











































