Menurut badan anak PBB, UNICEF, sebanyak 172 anak-anak lainnya mengalami kelumpuhan dalam berbagai insiden selama konflik Yaman.
"Kami percaya bahwa ini adalah angka yang konservatif," tutur juru bicara UNICEF, Christophe Boulierac kepada para wartawan di Jenewa, Swiss seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan UNICEF, dari jumlah 115 anak tersebut, sebanyak 71 anak di antaranya tewas di wilayah utara Yaman.
UNICEF pun menyatakan, sejak 26 Maret, setidaknya 140 anak-anak telah direkrut oleh kelompok-kelompok bersenjata.
"Ada ratusan ribu anak di Yaman yang terus hidup dalam kondisi paling berbahaya, banyak yang terbangun ketakutan di tengah malam karena suara-suara bom dan tembakan," ujar perwakilan UNICEF di Yaman, Julien Harneis.
"Jumlah korban anak-anak ini jelas menunjukkan bagaimana buruknya konflik ini bagi anak-anak negara tersebut," tandasnya.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, jumlah korban jiwa selama konflik di Yaman telah mencapai 1.000 orang. Setidaknya 551 orang di antaranya merupakan warga sipil.
(ita/ita)











































