Demikian disampaikan militer Israel seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (24/4/2015). Disebutkan, serangan pada Kamis (23/4/) malam waktu setempat itu menargetkan "infrastruktur teroris" di bagian utara Jalur Gaza.
Menurut juru bicara dinas emergensi Gaza, tak ada yang terluka dalam serangan tank Israel ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa waktu lalu, militer Israel berperang melawan Hamas, penguasa de fakto di Gaza, dengan tujuan menghentikan serangan-serangan roket dari Gaza. Konflik yang terjadi selama 50 hari itu menewaskan 2.140 warga Palestina, sebagian besar warga sipil. Sementara di pihak Israel, sebanyak 73 orang tewas, kebanyakan tentara.
Pada Desember 2014 lalu, pesawat-pesawat perang Israel kembali membombardir Jalur Gaza untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata dimulai 26 Agustus 2014. Ini dilakukan Israel menyusul serangan roket Palestina yang dilancarkan ke wilayah negeri Yahudi itu. Tak ada korban akibat serangan roket maupun serangan udara Israel tersebut.
(ita/ita)










































