Gertrud Tiefebacher ditemukan tak bernaywa di dalam kamarnya yang ada di kompleks gereja Sacred Herat Home Convent. Gereja tersebut terletak di wilayah desa Ixopo, Durban, yang baru-baru ini dilanda serangan xenofobia, anti terhadap semua hal yang berbau asing. Namun tidak diketahui pasti apakah pembunuhan dan pemerkosaan ini masih merupakan bagian dari serangan xenofobia yang marak di Afsel baru-baru ini.
Disampaikan kepolisian setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (23/4/2015), jasad korban ditemukan dalam keadaan tangan terikat dengan kabel mesin tik. Pemeriksaan awal menunjukkan korban tewas dibekap sebuah handuk.
"Juga dicurigai korban diperkosa sebelum dibunuh," demikian pernyataan kepolisian setempat.
Polisi menemukan sejumlah mata uang asing, yang tidak disebut jumlahnya, di dalam kamar korban. Kasus pembunuhan ini mengejutkan penduduk desa tersebut. Pelaku di balik pembunuhan dan pemerkosaan ini masih dalam pengejaran kepolisian.
"Polisi belum melakukan penangkapan terkait kasus ini. Pengejaran masih terus berlangsung," tutur juru bicara kepolisian setempat, Thulani Zwane.
Zwane menyatakan, korban datang ke Afsel sekitar 50 tahun dan selama ini mengabdikan diri untuk Gereja Katolik Roma di desa tersebut. Komisioner kepolisian setempat, Mmamonnye Ngobeni menyebut pembunuhan ini sebagai aksi biadab dan mendorong masyarakat setempat untuk membantu polisi menangkap pelaku.
Kasus pemerkosaan tergolong cukup sering terjadi di Afsel. Otoritas setempat mencatat, sekitar 62.649 kasus kekerasan seksual terjadi di Afsel sepanjang tahun 2013-2014.
(nvc/mad)











































