Yaman Masih Belum Stabil, AS: Pekerjaan Belum Selesai

Yaman Masih Belum Stabil, AS: Pekerjaan Belum Selesai

- detikNews
Kamis, 23 Apr 2015 17:41 WIB
Yaman Masih Belum Stabil, AS: Pekerjaan Belum Selesai
Ilustrasi
Washington - Usai Arab Saudi mengumumkan penghentian serangan udara secara reguler terhadap pemberontak Syiah Houthi, situasi di Yaman tetap tidak stabil. Amerika Serikat menyatakan masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mengembalikan perdamaian di wilayah Yaman.

"Jelas, pekerjaan belum selesai," ucap Direktur Komunikasi Gedung Putih, Jen Psaki kepada CNN dan dilansir Reuters, Kamis (23/4/2015).

Keputusan Saudi menghentikan serangan udara terhadap Houthi disambut baik oleh AS maupun Iran, yang dituding mempersenjatai Houthi. Seruan untuk dimulainya kembali perundingan damai untuk mengakhiri konflik di Yaman pun mulai bermunculan.

Dalam pernyataannya, Saudi menyebut operasi militer koalisi yang dipimpinnya telah mencapai tujuan yang ditetapkan. Namun demikian, Saudi menegaskan akan tetap merespons jika Houthi mengambil langkah-langkah agresif.

"Masih terdapat instabilitas di kawasan tersebut, di Yaman," sebut Psaki.

"Masih ada banyak pekerjaan yang perlu dilakukan dan kita melakukannya dua kali lipat dan melanjutkan pekerjaan dengan mitra kami di seluruh dunia," imbuhnya.

Psaki menekankan pentingnya solusi diplomasi bagi Yaman. "Tidak akan ada solusi lainnya yang akan berhasil. Ini bukan perang yang bisa terjadi di lapangan," tutur Psaki.

Peran Saudi dalam memimpin perlawanan terhadap Houthi menjadikan Yaman sebagai lokasi pertempuran antara kekuatan Sunni dan Syiah. Situasi yang sama juga terjadi di Suriah, Libanon dan Irak.

Dalam situasi ini, AS harus memainkan peranan sebagai penyeimbang. Di satu sisi, AS tengah mengupayakan kesepakatan untuk menghentikan program nuklir Irak, sedangkan di sisi lain AS berada di pihak yang sama dengan Iran dalam memerangi ISIS di Irak.

Pada Selasa (21/4), Presiden Barack Obama menyebut AS telah memperingatkan Iran untuk tidak mengirimkan persenjataan ke Yaman, yang bisa mengancam keamanan kawasan. Dalam upaya ini, AS mengirimkan kapal perang tambah ke perairan Yaman, dengan tujuan untuk memantau lalu lintas perairan tersebut.

Sementara itu, dilaporkan pada Rabu (22/4) malam, pesawat-pesawat tempur Saudi dan koalisi kembali membombardir Houthi di Yaman. Belum diketahui alasan dilancarkannya serangan udara setelah Saudi mengumumkan penghentiannya. Menurut saksi-saksi mata, serangan udara ini menargetkan posisi-posisi Houthi di dekat ibukota Sanaa, di bagian utara Taez, dan di bagian tengah kota Yarim.


(nvc/ita)


Berita Terkait