Selama ini, otoritas Turki menuai banyak kritik karena dianggap tidak memiliki niat dan usaha untuk menghentikan pergerakan ISIS dan calon militannya di perbatasannya dengan Suriah. Usai bertemu dengan Presiden Irak Fuad Masum, Erdogan mengatakan bahwa ISIS harus dilawan.
"(ISIS) Merupakan virus yang sedang bekerja untuk memecah-belah dan menghancurkan umat," ucap Erdogan kepada wartawan setempat, seperti dilansir AFP, Kamis (23/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari mana datangnya persenjataan dan pendanaan mereka? Kita perlu fokus pada hal ini," sebut Erdogan.
Turki sempat dituding membantu ISIS pada awal militan keji ini muncul di Suriah. Turki dituding menjadikan ISIS sebagai sekutunya dalam melawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, di mana Erdogan sangat ingin melengserkannya. Atas tudingan tersebut, otoritas Turki telah membantah keras.
Sementara itu, ISIS hingga kini masih merajalela di wilayah Suriah dan Irak, meskipun menghadapi perlawanan dari tentara dan milisi Irak yang dibantu serangan udara koalisi AS. Tidak hanya itu, militer AS juga melatih tentara dan milisi Irak dalam bertempur, agar lebih tangguh dalam melawan ISIS.
(nvc/ita)










































