"Sebelum ini, kami telah mengatakan bahwa krisis di Yaman tak ada solusi militer, dan... penghentian atas pembunuhan orang-orang yang tak berdosa dan tak berdaya ini benar-benar merupakan satu langkah maju," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham seperti dikutip kantor berita semi-resmi Iran, ISNA dan dilansir Reuters, Rabu (22/4/2015).
Serangan udara koalisi Saudi akhirnya dihentikan setelah berlangsung selama 4 minggu terakhir. Serangan ini ditargetkan terhadap pemberontak Houthi, yang berusaha menguasai Yaman, serta yang diyakini oleh Saudi didukung dan disuplai senjata oleh Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saudi memimpin koalisi negara-negara Arab untuk membombardir Houthi sejak 26 Maret lalu, terutama setelah Houthi memaksa Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi mengungsi ke wilayahnya.
Ketegangan semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir, di tengah munculnya laporan soal konvoi 9 kapal Iran di perairan Yaman, yang dicurigai membawa suplai senjata. Militer AS lantas mengirimkan salah satu kapal induknya, USS Theodore Roosevelt dan juga kapal dengan rudal jelajah USS Normandy ke perairan Yaman.
Menurut PBB, sekitar 900 orang tewas dalam konflik di Yaman sejak akhir Maret.
(ita/ita)











































