Disebut Bully karena Menarik Rambut Pelayan, PM Selandia Baru Minta Maaf

Disebut Bully karena Menarik Rambut Pelayan, PM Selandia Baru Minta Maaf

- detikNews
Rabu, 22 Apr 2015 15:19 WIB
Disebut Bully karena Menarik Rambut Pelayan, PM Selandia Baru Minta Maaf
John Key (AFP)
Auckland - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru John Key meminta maaf karena mengganggu seorang pelayan di kafe yang sering dikunjunginya. PM Key disebut bully karena gemar menarik rambut panjang si pelayan kafe tersebut.

Dilaporkan media setempat dan dilansir Reuters, Rabu (22/4/2015), pelayan yang enggan disebut namanya ini menulis di blog miliknya soal kelakuan jahil PM Key. Menurut pelayan itu, kejahilan PM Key ini sudah berlangsung selama beberapa bulan.

Setiap berkunjung ke kafe di Auckland, menurut pelayan ini, PM Key terus menarik rambutnya yang dikucir kuda. Awalnya, si pelayan mengira PM Key hanya bercanda. Namun karena terus dilakukan maka pelayan ini mulai merasa terganggu dengan tingkah PM Key.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pelayan ini, PM Key selalu menarik rambutnya setiap kali berkunjung ke kafe tempatnya bekerja selama 6 bulan terakhir.

"Dia (PM Key) seperti bully di halaman sekolah yang terus menarik rambut anak kecil untuk mengetahui reaksinya, merasakan berkuasa atasnya," tulis si pelayan dalam blog-nya.

Pelayan ini akhirnya mengkonfrontasi PM Key pada akhir Maret lalu dan mengancam akan memukulnya jika dia tidak menghentikan aksi jahilnya. Menurut pelayan ini, PM Key kemudian datang mengunjunginya ke kafe dan membawa dua botol anggur serta meminta maaf.

Pekan ini, PM Key yang tengah dalam perjalanan ke Turki untuk menghadiri peringatan Perang Dunia I membahas hal ini kepada wartawan. PM Key mengakui dirinya sering mengunjungi sebuah kafe yang dekat dengan rumahnya dan sering bercanda dengan beberapa staf kafe itu.

"Selalu ada candaan dan semacam lelucon dan itulah yang terjadi," ucapnya kepada wartawan saat berhenti sebentar di Los Angeles.

"...Saya menyadari dia (pelayan lafe) ternyata merasa terganggu karena sebenarnya konteksnya hanya sebatas kelakar dan tentu saya segera meminta maaf," tandasnya.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads