Seperti dilansir Reuters, Selasa (21/4/2015), badai yang membawa angin kencang hingga 135 kilometer per jam ini menumbangkan pepohonan, mencabut tiang listrik dan menerbangkan atap rumah. Sedangkan gelombang laut mencapai ketinggian 11,2 meter akibat badai ini.
Dampak badai ini, sejumlah ruas jalanan serta jalur kereta di wilayah utara dan selatan Sydney terpaksa ditutup sementara. Premier New South Wales (NSW) Mike Baird menuturkan, prakiraan cuaca menunjukkan situasi bisa semakin memburuk dengan datangnya badai ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini badai besar yang memicu kekacauan di wilayah NSW saat ini. Sekali lagi, yang menjadi prioritas kami pada saat ini ialah bisa bertahan selama beberapa jam ke depan dan melindungi nyawa dalam setiap kesempatan," imbuhnya.
Kepolisian NSW dalam keterangannya menyebutkan, seorang wanita dan dua pria ditemukan tewas di kota Dungog. Kota yang terletak 200 kilometer dari Sydney ini merupakan wilayah yang terdampak badai paling parah.
Media setempat melaporkan, ketiga korban tewas merupakan warga lanjut usia yang terjebak di dalam rumah mereka ketika banjir datang. Rekaman video amatir menunjukkan sebuah rumah di wilayah Dungong hanyut terbawa banjir yang dipicu badai ini.
"Kami menemukan banyak rumah yang ada di dataran rendah di dekat sungai dan banyak juga rumah yang terendam (banjir)," terang pengelola pusat publik Dungog Shire, Sarah U'Brien kepada Australian Broadcasting Corp.
Dinas Layanan Darurat NSW (SES) mendapat lebih dari 3 ribu panggilan darurat dari warga dan telah melakukan sekitar 19 penyelamatan. Tiga rumah sakit setempat tidak mendapat aliran listrik dan terpaksa menggunakan generator. Sedangkan sedikitnya 45 sekolah setempat ditutup akibat badai ini.
(nvc/ita)











































