Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/4/2015), Marcos Alonso Zea, pria AS berumur 26 tahun itu ditangkal pada tahun 2012 saat mencoba pergi ke Yaman. Dia dihentikan oleh otoritas Inggris saat dalam perjalanan menuju Timur Tengah dan dipulangkan kembali ke New York.
Sepulangnya ke AS, Zea yang berada di bawah pengawasan FBI, mendorong temannya, Justin Kaliebe untuk pergi ke Yaman guna berjihad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zea pun ditangkap pada Oktober 2013 dan terus mendekam di penjara sejak itu. Menurut jaksa penuntut, dia divonis dalam persidangan di Central Islip, dekat kediamannya di Brentwood, Long Island.
Zea mengaku bersalah mencoba memberikan dukungan material ke organisasi teroris asing dan menghalang-halangi pengadilan.
Menurut jaksa penuntut, sejak tahun 2011, Zea telah berniat melakukan jihad keras di Yaman, tanah asal leluhur Osama bin Laden, pendiri Al-Qaeda. Yaman juga merupakan basis kelompok Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), yang dianggap AS sebagai cabang Al-Qaeda paling berbahaya.
(ita/ita)










































